Tabrakan Antargalaksi
Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih
mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi
Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda
dan galaksi kita, yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.
Quasar
Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat.
Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi
yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat
besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C
273, yang dipotret pada 1979.
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Tabrakan Antargalaksi
Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih
mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi
Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda
dan galaksi kita, yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.
Quasar
Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat.
Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi
yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat
besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C
273, yang dipotret pada 1979.
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Tabrakan Antargalaksi
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Tabrakan Antargalaksi
Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih
mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi
Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda
dan galaksi kita, yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.
Quasar
Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat.
Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi
yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat
besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C
273, yang dipotret pada 1979.
Materi Gelap (Dark Matter)
Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan
penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi
secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai
dari neotrino berat hinggainvisible black hole. Jika dark matter
benar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih
baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini.
Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)
Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang
diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya
menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para
ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik
kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas.
LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati
gelombang yang sukar dipahami ini.
Energi Vakum
Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan,
ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik “virtual”
yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang
menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu,
berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang
membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang
benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta.
Mini Black Hole
Jika teori gravitasi “braneworld” yang baru dan radikal terbukti benar,
maka ribuan mini black holes tersebar di tata surya kita, masing-masing
berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya,
mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi
ruang dan waktu dengan cara yang berbeda.
Ekstrasolar Planet (Exoplanet)
Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita
sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200
ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi
kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya
percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan
beberapa dunia seperti di bumi.
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
7 Tempat Paling Menakutkan di Dunia
1. Taman bermain Chernobyl, Ukraina
Taman
bermain ini terletak di kota mati Pripyat, Ukraina. Suasana yang sepi
membuat tempat ini begitu menyeramkan. Tak hanya sepi, tempat ini juga
sungguh berbahaya!
Di tahun 1986, terjadi sebuah bencana besar.
Saat itu, Kota Pripyat terkena dampak radiasi nuklir yang mematikan
seluruh tanaman dan menyebabkan evakuasi seluruh warga kota. Hingga
kini, radiasi nuklir masih menyelimuti tempat tersebut dan dianggap
berbahaya. Dua agen perjalanan, Lupine Travel di Inggris dan Solo East
Travel di Ukraina membuka tur ke taman bermain ini. Mau coba?
2. Sedlec Ossuary, Republik Ceko

Sedlec
Ossuary adalah kapel, tempat ibadah, orang-orang Katolik Roma di
Sedlec, Republik Ceko. Salah satu hal yang ganjil di sini adalah
terdapat sekitar 40.000 kerangka manusia yang menjadi interior di dalam
kapel tersebut. Hiii!
Hal yang paling menonjol di sini adalah
lampu gantung di ruang tengah yang terbuat dari kerangka manusia. Serta,
lambang Schwarzenbergs, bangsawan Bohemian, di bagian kirinya. Umur
tulangnya diyakini sudah ratusan tahun. Tentu, ini adalah hal-hal yang
di luar akal sehat.
Awalnya, tulang-tulang tersebut diberikan
secara cuma-cuma dari penganut ajaran Katolik Roma yang taat di seluruh
Eropa. Mereka meminta untuk dimakamkan di sini setelah kepala biara dari
Sedlec berziarah ke Yerussalem di tahun 1278 dan membawa kembali tanah
dari Golgoth, yang mana diduga sebagai tempat Yesus disalibkan.
Dari
situlah, banyak yang ingin dimakamkan di tanah Golgotha tersebut di
kapel ini. Hingga kapel ini pun berubah menjadi pemakaman. Lalu,
tulang-tulang yang terkubur itu digali dan dan disusun kembali pada abad
ke-16. Inilah cara yang berbeda untuk menghemat ruang pemakaman di
sini.
Kapel ini buka setiap hari, (kecuali tanggal 24 dan 25
Desember) pukul 09.00-16.00 waktu setempat dan tur ke dalamnya
berlangsung sekitar 1 jam. Untuk tiket masuknya, sebesar US$ 3 atau
sekitar Rp 28 ribu. Untuk info lebih jelasnya, silakan kunjungi situs
resminya.
3. Hutan Aokigahara, Jepang

Hutan
Aokigahara adalah salah satu tempat menyeramkan di Jepang. Sebabnya,
hutan ini dikenal sebagai 'hutan bunuh diri'. Ya, inilah hutan yang
dijadikan sebagai tempat bunuh diri oleh warga Jepang yang frustasi.Tercatat,
54 orang melakukan harakiri atau bunuh diri di hutan ini. Dengan
pepohonannya yang lebat di dalam hutan, tidak semua jenazah tersebut
dapat ditemukan. Tak hanya itu, medan magnet di Hutan Aokigahara akan
membuat kompas tidak berfungsi dan hutan ini dipercaya dihuni oleh
roh-roh yang marah.
4. Akodessewa, Pasar Jimat, Togo
Akodessewa
adalah pasar jimat terbesar di dunia yang berada di Lome, Togo.
Surganya para korban voodoo. Di sini banyak jimat yang digunakan untuk
penyembuhan voodoo. Jimat tersebut berupa tulang kepala buaya, tangan
simpanse, hingga ular kobra.Jimat-jimat tersebut dijual sebagai
bahan dasar. Nantinya, akan dicampur dengan bumbu dan dimasak dengan
api. Bubuk hitam yang dihasilkan lalu digosok ke bagian dalam dada
pasien. Hal ini diyakini akan menyembuhkan dia dari apa pun.
Pasar
jimat ini menjadi seolah farmasi raksasa. Mungkin, Anda sedikit merasa
risih saat berada di pasar ini. Terang saja, di sini juga ada tengkorak
kepala manusia yang diletakan seperti melon di toko-toko di sana.
Merinding!
5. Pulau Boneka, Meksiko

La
Isla de las Munecas atau yang lebih dikenal sebagai Pulau Boneka, adalah
suatu pulau yang sangat menyeramkan di Meksiko. Di sini terdapat banyak
boneka-boneka yang menggantung di pohon-pohon. Tentu saja, rupa boneka
tersebut sangat menakutkan!Awal mulanya, di pulau ini hidup
seorang pria bernama Don Julian Santana. Dia hidup sekitar 50 tahun di
sana dan meninggal di tahun 2001. Selama hidupnya, dia mengumpulkan
boneka-boneka dan potongannya. Lalu dia menggantungkan boneka dan
potongannya tersebut di cabang-cabang pohon. Hingga hari ini, boneka
tersebut masih menggantung dan seolah menjadi pengorbanan.
Namun,
ada legenda di balik perbuatan Don Julain Santana tersebut. Banyak yang
percaya, dia melakukan hal tersebut sebagai dedikasi dan pemberian
untuk hantu kecil dari seorang gadis yang meninggal di kanal di dekat
pulau tersebut.Don hanya ingin menjadi memberikan teman kecilnya
tersebut dengan boneka-boneka di sana. Pulau ini terletak sekitar 29
kilometer dari Mexico City. Tepatnya di Danau Teshuilo, dekat dengan
kanal Xochimilco. Berani berkunung ke sana?
6. Pulau Kapal Perang, Jepang
Pulau
Hashima terkenal dengan julukan Pulau Kapal Perang. Pulau ini terletak
di dekat laut Nagasaki. Dulunya pada tahun 1950-an, pulau ini adalah
tempat tinggal bagi para pekerja tambang. Namun pada tahun 1974, pulau
ini sudah ditinggalkan karena tambang batubaranya ditutup.Pulau
ini pun menjadi terisolasi, dengan dikelilingi lautan dan tidak ada
jalan keluar dari pulau itu. Hanya ada reruntuhan bangunan di sana,
pulau ini juga menjadi seolah tempat terpencil di bumi. Oleh sebab
itulah, muncul kisah-kisah seram dan menakutkan di sana.Meski
demikian, Pulau Hashima dibuka untuk wisatawan pada tahun 2009. Anda
bisa menghubungi Nagasaki Tourist Information di Kota Nagasaki untuk
berkunjung ke pulau ini. Hati-hati!
7. Rumah Sakit Psikiater Gonjiam, Korea
Anda
tahu kisah horor tentang rumah sakit jiwa yang penuh dengan
barang-barang tua dan reruntuhan bangunan? Rumah Sakit Psikiater Gonjiam
di Korea adalah tempatnya. Bangunannya yang tua dan menyeramkan dan
tragedi tragis di dalamnya akan membuat bulu kuduk Anda berdiri!Menurut
masyarakat setempat, kira-kira 10 tahun lalu, para pasien di rumah
sakit ini meninggal secara tak wajar. Akhirnya, rumah sakit ini terpaksa
ditutup. Bangunan ini sudah lama ditinggalkan dan barang-barang di
dalamnya pun dibiarkan begitu saja, ada pagar kawat yang sudah berkarat
hingga kursi bekas memeriksa pasien.Rumah sakit ini adalah salah
satu dari tiga tempat di Korea yang terkenal sangat angker. Dua lainnya
adalah Rumah Youndeok, yang dikabarkan tempatnya arwah-arwah perang
Korea berdiam. Satunya lagi adalah Taman Neulborn, dulunya tempat ini
adalah sebuah restoran dan sampai saat ini masyarakat di sana masih
sering mendengar bunyi orang-orang mencuci piring.
Tabrakan Antargalaksi
Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih
mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi
Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda
dan galaksi kita, yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.
Quasar
Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat.
Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi
yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat
besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C
273, yang dipotret pada 1979.
Materi Gelap (Dark Matter)
Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan
penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi
secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai
dari neotrino berat hinggainvisible black hole. Jika dark matter
benar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih
baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini.
Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)
Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang
diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya
menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para
ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik
kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas.
LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati
gelombang yang sukar dipahami ini.
Energi Vakum
Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan,
ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik “virtual”
yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang
menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu,
berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang
membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang
benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta.
Mini Black Hole
Jika teori gravitasi “braneworld” yang baru dan radikal terbukti benar,
maka ribuan mini black holes tersebar di tata surya kita, masing-masing
berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya,
mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi
ruang dan waktu dengan cara yang berbeda.
Ekstrasolar Planet (Exoplanet)
Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita
sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200
ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi
kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya
percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan
beberapa dunia seperti di bumi.
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Tabrakan Antargalaksi
Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih
mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi
Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda
dan galaksi kita, yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.
Quasar
Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat.
Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi
yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat
besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C
273, yang dipotret pada 1979.
Materi Gelap (Dark Matter)
Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan
penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi
secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai
dari neotrino berat hinggainvisible black hole. Jika dark matter
benar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih
baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini.
Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)
Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang
diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya
menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para
ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik
kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas.
LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati
gelombang yang sukar dipahami ini.
Energi Vakum
Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan,
ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik “virtual”
yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang
menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu,
berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang
membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang
benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta.
Mini Black Hole
Jika teori gravitasi “braneworld” yang baru dan radikal terbukti benar,
maka ribuan mini black holes tersebar di tata surya kita, masing-masing
berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya,
mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi
ruang dan waktu dengan cara yang berbeda.
Ekstrasolar Planet (Exoplanet)
Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita
sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200
ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi
kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya
percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan
beberapa dunia seperti di bumi.
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Tabrakan Antargalaksi
Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih
mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi
Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda
dan galaksi kita, yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.
Quasar
Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat.
Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi
yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat
besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C
273, yang dipotret pada 1979.
Materi Gelap (Dark Matter)
Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan
penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi
secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai
dari neotrino berat hinggainvisible black hole. Jika dark matter
benar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih
baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini.
Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)
Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang
diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya
menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para
ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik
kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas.
LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati
gelombang yang sukar dipahami ini.
Energi Vakum
Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan,
ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik “virtual”
yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang
menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu,
berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang
membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang
benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta.
Mini Black Hole
Jika teori gravitasi “braneworld” yang baru dan radikal terbukti benar,
maka ribuan mini black holes tersebar di tata surya kita, masing-masing
berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya,
mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi
ruang dan waktu dengan cara yang berbeda.
Ekstrasolar Planet (Exoplanet)
Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita
sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200
ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi
kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya
percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan
beberapa dunia seperti di bumi.
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Tabrakan Antargalaksi
Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih
mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi
Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda
dan galaksi kita, yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.
Quasar
Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat.
Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi
yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat
besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C
273, yang dipotret pada 1979.
Materi Gelap (Dark Matter)
Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan
penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi
secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai
dari neotrino berat hinggainvisible black hole. Jika dark matter
benar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih
baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini.
Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)
Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang
diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya
menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para
ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik
kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas.
LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati
gelombang yang sukar dipahami ini.
Energi Vakum
Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan,
ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik “virtual”
yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang
menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu,
berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang
membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang
benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta.
Mini Black Hole
Jika teori gravitasi “braneworld” yang baru dan radikal terbukti benar,
maka ribuan mini black holes tersebar di tata surya kita, masing-masing
berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya,
mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi
ruang dan waktu dengan cara yang berbeda.
Ekstrasolar Planet (Exoplanet)
Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita
sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200
ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi
kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya
percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan
beberapa dunia seperti di bumi.
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Tabrakan Antargalaksi
Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih
mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi
Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda
dan galaksi kita, yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.
Quasar
Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat.
Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi
yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat
besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C
273, yang dipotret pada 1979.
Materi Gelap (Dark Matter)
Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan
penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi
secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai
dari neotrino berat hinggainvisible black hole. Jika dark matter
benar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih
baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini.
Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)
Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang
diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya
menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para
ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik
kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas.
LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati
gelombang yang sukar dipahami ini.
Energi Vakum
Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan,
ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik “virtual”
yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang
menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu,
berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang
membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang
benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta.
Mini Black Hole
Jika teori gravitasi “braneworld” yang baru dan radikal terbukti benar,
maka ribuan mini black holes tersebar di tata surya kita, masing-masing
berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya,
mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi
ruang dan waktu dengan cara yang berbeda.
Ekstrasolar Planet (Exoplanet)
Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita
sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200
ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi
kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya
percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan
beberapa dunia seperti di bumi.
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
mengejutk
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Tabrakan Antargalaksi
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Tabrakan Antargalaksi
Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih
mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi
Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda
dan galaksi kita, yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.
Quasar
Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat.
Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi
yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat
besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C
273, yang dipotret pada 1979.
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Tabrakan Antargalaksi
Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih
mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi
Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda
dan galaksi kita, yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.
Quasar
Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat.
Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi
yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat
besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C
273, yang dipotret pada 1979.
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Tabrakan Antargalaksi
Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih
mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi
Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda
dan galaksi kita, yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.
Quasar
Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat.
Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi
yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat
besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C
273, yang dipotret pada 1979.
Materi Gelap (Dark Matter)
Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan
penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi
secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai
dari neotrino berat hinggainvisible black hole. Jika dark matter
benar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih
baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini.
Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)
Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang
diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya
menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para
ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik
kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas.
LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati
gelombang yang sukar dipahami ini.
Energi Vakum
Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan,
ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik “virtual”
yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang
menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu,
berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang
membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang
benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta.
Mini Black Hole
Jika teori gravitasi “braneworld” yang baru dan radikal terbukti benar,
maka ribuan mini black holes tersebar di tata surya kita, masing-masing
berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya,
mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi
ruang dan waktu dengan cara yang berbeda.
Ekstrasolar Planet (Exoplanet)
Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita
sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200
ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi
kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya
percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan
beberapa dunia seperti di bumi.
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Tabrakan Antargalaksi
Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih
mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi
Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda
dan galaksi kita, yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.
Quasar
Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat.
Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi
yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat
besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C
273, yang dipotret pada 1979.
Materi Gelap (Dark Matter)
Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan
penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi
secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai
dari neotrino berat hinggainvisible black hole. Jika dark matter
benar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih
baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini.
Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)
Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang
diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya
menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para
ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik
kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas.
LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati
gelombang yang sukar dipahami ini.
Energi Vakum
Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan,
ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik “virtual”
yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang
menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu,
berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang
membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang
benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta.
Mini Black Hole
Jika teori gravitasi “braneworld” yang baru dan radikal terbukti benar,
maka ribuan mini black holes tersebar di tata surya kita, masing-masing
berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya,
mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi
ruang dan waktu dengan cara yang berbeda.
Ekstrasolar Planet (Exoplanet)
Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita
sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200
ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi
kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya
percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan
beberapa dunia seperti di bumi.
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Tabrakan Antargalaksi
Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih
mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi
Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda
dan galaksi kita, yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.
Quasar
Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat.
Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi
yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat
besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C
273, yang dipotret pada 1979.
Materi Gelap (Dark Matter)
Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan
penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi
secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai
dari neotrino berat hinggainvisible black hole. Jika dark matter
benar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih
baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini.
Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)
Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang
diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya
menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para
ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik
kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas.
LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati
gelombang yang sukar dipahami ini.
Energi Vakum
Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan,
ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik “virtual”
yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang
menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu,
berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang
membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang
benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta.
Mini Black Hole
Jika teori gravitasi “braneworld” yang baru dan radikal terbukti benar,
maka ribuan mini black holes tersebar di tata surya kita, masing-masing
berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya,
mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi
ruang dan waktu dengan cara yang berbeda.
Ekstrasolar Planet (Exoplanet)
Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita
sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200
ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi
kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya
percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan
beberapa dunia seperti di bumi.
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Tabrakan Antargalaksi
Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih
mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi
Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda
dan galaksi kita, yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.
Quasar
Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat.
Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi
yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat
besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C
273, yang dipotret pada 1979.
Materi Gelap (Dark Matter)
Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan
penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi
secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai
dari neotrino berat hinggainvisible black hole. Jika dark matter
benar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih
baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini.
Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)
Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang
diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya
menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para
ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik
kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas.
LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati
gelombang yang sukar dipahami ini.
Energi Vakum
Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan,
ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik “virtual”
yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang
menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu,
berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang
membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang
benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta.
Mini Black Hole
Jika teori gravitasi “braneworld” yang baru dan radikal terbukti benar,
maka ribuan mini black holes tersebar di tata surya kita, masing-masing
berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya,
mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi
ruang dan waktu dengan cara yang berbeda.
Ekstrasolar Planet (Exoplanet)
Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita
sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200
ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi
kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya
percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan
beberapa dunia seperti di bumi.
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/11/7-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html
Konten ini memiliki hak cipta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar